Sabtu, 14 Maret 2015

Perintah Dasar dan Manajemen Proses

Linux adalah sistem operasi yang dikembangkan oleh Linus Benedict Torvalds dari Universitas Helsinki Finlandia sebagai proyek hobi mulai tahun 1991. Bahwa Linux adalah sebuah kernel untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU Intel yang cocok untuk PC. Pada tanggal 14 Maret 1994 versi 1.0 mulai diluncurkan, dan hal ini menjadi sejarah Linux.

Sistem operasi UNIX adalah kumpulan program yang berperan sebagai penghubung antara komputer dan user. Kernel adalah program komputer yang bertugas dalam mengalokasikan sistem resources dan mengkoordinasi dari semua proses internal komputer. User berkomunikasi dengan kernel melalui sebuah program yang disebut shell. Shell adalah command line interpreter, shell mentranslate perintah yang diberikan oleh user dan mengubahnya ke bahasa yang dikenali oleh kernel. Unix dikembangkan di tahun 1969 oleh grup dari pekerja AT& T di Bell Laboratory, didalam pengembangan itu terlibat juga Ken Thompson, Dennis Ritchie, Douglas

Berikut adalah perintah-perintah dasar Linux :
Perintah pertama dieksekusi menggunakan terminal, terminal dapat diakses melalui dash menu ketikan “terminal” klik terminal. Jika menggunakan shortcut [CTRL]+[ALT]+T

1.       Perintah dasar untuk penanganan file
-          Membuat Direktori              ==           mkdir [nama folder yang akan dibuat]

-          Menampilkan isi direktori
o   ls (ls kepanjangan dari list yang berguna menampilkan daftar file dan folder di direktori yang sedang aktif)
o   ls –l (menampilkan daftar file beserta dengan atribut seperti nama user, ukuran, tanggal, pemerssion)
o   ls –a (menampilkan daftar file yang terlihat maupun tersembunyi didalam direktori sekarang tanpa atribut apapun)
o   ls –al (penggabungan antara opsi perintah -a dan –l untuk ls
o   ls /direktori/ehm (menampilkan daftar file dari direktori/ehm ketika sedang berada di direktori yang sedang aktif sekarang)

-          Berpindah Direktori
o   cd [direktori tujuan] / cd [nama folder]
o   cd ~ (pindah ke direktori home)
o   cd direktori/ (pindah direktori ke direktori yang berada di dalam direktori sekarang)
o   cd ../../n (pindah n direktori sebelumnya)
o   cd /direktori/namafolder (pindah ke direktori “namafolder” tanpa harus mundur ke direktori sebelumnya)
o   cd .. (pindah satu direktori ke direktori teratas atau kembali ke direktori sebelumnya)

-          Menampilkan tempat direktori yang aktif
o   PWD (perintah hanya menuliskan “pwd” pada terminal, kemudian muncul direktori yang sedang aktif)

-          Menyalin File
o   cp [file yang akan disalin] [tujuan]
o   cp –r folder/path/ke/direktori/bebas (menyalin file tertentu secara rekrusif ke direktori tertentu)
o   cp nama* /path/ke/direktori/bebas (file yang namanya diawali dengan “nama” ke direktori)
o   cp *.extension /path/ke/direktori/sesuatu (menyalin file yang berekstensi tertentu ke direktori)

-          Memindahkan File
o   mv [file yang akan dipindahkan] [direktori yang dituju] (mv itu sendiri singkatan dari move yang artinya pindah)

-          Menghapus File
o   rm file (menghapus file, rm sendiri singkatan dari remove)
o   rm –r folder
o   rm –rf folder (menghapus folder)

-          Mencari file dalam direktori
o   Find [nama fie] / [folder yang akan dicari] (perintah ini akan dieksekusi untuk mencari file yang bernama folder yang dicari, jika file tidak  ada makan akan tidak muncul)

2.      Perintah Dasar dalam Pemrosesan Teks
-          Melihat isi file
o   cat [nama file].ehm (perintah tersebut menampilkan file “nama file.ehm” ke dalam bentuk plain text)

-          Menampilkan jumlah baris, jumlah kata, dan ukuran file (dalam byte) suatu file
o   wc nama_file.txt

3.      Perintah Dasar dalam Sistem Administrasi
-          Menjalankan perintah/program sebagai super user
o   sudo nama_perintah
o   sudo halt (perintah “halt” sebagai super user, bukan user biasa)
-          whoami
Perintah diatas adalah perintah untuk melihat user yang sedang aktif. Penggunaan perintah tersebut adalah dengan mengetikan langsung whoamipada terminal dan kemudian akan muncul user apa yang sedang aktif.

4.      Perintah Dasar dalam Manajemen Pemrosesan
-          Menampilkan proses-proses yang sedang berjalan
o   ps aux (menampilkan proses yang sedang berjalan, dengan perintah ps juga sudah cukup, menambahkan aux untuk lebih detail)
-          Mengakhiri proses yang sedang berjalan
o   Kill PID (mengakhiri sebuah proses yang memiliki PID tertentu)
o   Kill program (mengakhiri sebuah proses yang memiliki nama tertentu)
o   Killall program (mengakhiri semua yang memiliki nama tertentu)
-          Menampilkan daftar perangkat pada port USB  ==        lsusb
-          Membersihkan tampilan terminal                       ==        clear
-          Mereset sistem                                                    ==        reboot
-     Mematikan Sistem                                                   ==        shutdown/halt



MANAJEMEN PROSES

4 Manajemen Proses :
         1.         Multiprogramming, tugas yang sedang berjalan tetap berjalan sampai operasi membutuhkan waktu untuk menunggu respon dari luar.
         2.         Pseudorallelism, eksekusi proses secara paralel
         3.         Multiprecessing, dukungan sebuah sitem untuk mendungkung lebih dari satu prosesor dan mengalokasikan tugas kepada prosesor-prosesor tersebut.
         4.         Distributed Processing, pengolahan data secara bersama antara komputer pusat dengan beberapa komputer yang lebih kecil.

Perintah-perintah proses pada linux
-          ps
Akan menampilkan PID, TTY, TIME, dan CMD. PID adalah nomor identitas proses, TTY nama terminal pada proses aktif, CMD adalah command (intruksi yang digunakan).
-          ps u
Akan menampilkan USER, PID, %CPU yaitu presentasi CPU time yang digunakan proses, %MEM yaitu presentasi sistem memori, SIZE jumlah memori, RSS jumlah memori yang digunakan, START mulainya proses, dan COMMAND.
-          ps –u [nama_user]
mencari proses yang spesifik dari pemakai (user) yang akan menampilkan PID, TTY, TIME, dan CMD.
-          ps –a // ps –au // ps –aux
akan mencari proses yang lainnya. Menampilkan USER, PID, %CPU, %MEM, VSZ, RSS, TTY, STAT, START, TIME, dan COMMAND.
-          top
Melihat proses yang sedang berjalan, Menampilkan lebih detail semua proses yang berjalan, PID, USER, PR, NI, VIRT, RES, SHR, S, %CPU, %MEM, TIME+, COMMAND.
-          ps –eH
menampilkan hubungan proses parent dan child
-          ps –eF
menampilkan hubungan proses parent dan child serta letak prosesnya
-          pstree
menampilkan semua proses pada sistem dalam bentuk pohon atau bagan/ bisa disebut bentuk hirarki parent/child
-          kill %[no job] // kill[PID] // pkill[nama proses] // pkillall[nama proses]
menghentikan suatu proses atau job yang sedang dijalankan user, misalkan “pkill firefox” proses akan menghentikan firefox tetapi tidak semua, apabila “pkillall firefox” maka akan menghentikan semua job dari firefox.
-          renice [prioritas][PID]
mengubah prioritas suatu proses pada sistem



Selasa, 11 November 2014

RESUME TRANSAKSI (Sistem Basis Data)



TRANSAKSI
Transaksi adalah suatu aksi yang dilakukan program aplikasi untuk mengakses atau mengubah isi basis data. Transaksi merupakan bagian dari pengeksekusian sebuah program yang melakukan pengaksesan basis data dan bahkan juga melakukan serangkaian perubahan data. Transaksi yang hanya dikerjakan sebagaian akan menyebabkan inkonsistensi basis data. 
Tujuan Transaksi adalah mencegah dari kehilangan atau kerusakan data. Untuk menjamin agar
  • Atomicity : Semua operasi dalam transaksi dapat dikerjakan seluruhnya atau tidak sama sekali integritas dapat teta terpelihara maka setiap transaksi harus memiliki sifat – sifat:  
  • Consistency : Menjamin data tetap kosisten saat transaksi berakhir 
  • Isolation : Jika terdapat sejumlah transaksi pada suatu system basis data, maka semua transaksi tersebut harus dapat dimulai dan bias diakhiri 
  • Durability : Jika system mati, maka perubahan data setelah transaksi harus bisa bertahan
Status Transaksi  
  • Sukses–transaksi dikatakan commited dan database mencapai stata baru/stata berikutnya.
  • Gagal–transaksi dikatakan aborted, dan database harus dikembalikan ke stata tetap sebelum dilakukannya transaksi. Transaksi seperti ini disebut roll back atau undone. 
  • Transaksi yang committed tidak dapat digagalkan. Transaksi yang digagalkan akan dilakukan rollback yang dapat diproses ulang(restarted) diwaktu mendatang

Operasi Transaksi Pada Oracle
Dalam transaksi terdapat dua operasi penting  yang berfungsi untuk menjaga dan ketahanan data , yaitu Commit dan Rollback. Commit adalah memberi tanda bahwa transaksi telah selesai. Sedangkan Rollback adalah untuk menggunakan tanda bahwa transaksi gagal. Semua update harus di-undo.

Sebuah transaksi dapat menghasilkan dua kemungkinan:   
  1. Jika dilaksanakan lengkap seluruhnya, transaksi tersebut telah di commit dan basis data mencapai keadaan konsisten baru. 
  2. Jika transaksi tidak sukses, maka transaksi dibatalkan dan basis data dikembalikan ke keadaan konsisten sebelumnya (rollback).
Transaksi yang sudah di commit tidak dapat dibatalkan lagi.  Jika ada kesalahan, maka harus dilakukan transaksi lain yang membalik dampak transaksi sebelumnya.

SAVEPOINT
Savepoint, sebuah titik dimana kita telah selesai melakukan satu atau beberapa transaksi. Berfungsi sebagai checkpoint untuk dipanggil oleh perintah rollback. Format perintah membuat savepoint adalah
SAVEPOINT [NAMA_SAVE_POINT];
Rollback, perintah untuk mengulang transaksi (biasanya karena ada kegagalan). Format   penulisan perintah rollback adalah sebagi berikut:
ROLLBACK;
Atau
ROLLBACK TO SAVEPOINT [nama_save_point];

ISOLASI TRANSAKSI
     Isolasi Transaksi merupakan tingkatan pengaruh antar transaksi yang dipengaruhi karena kinerja RDMS. Didalam transaksi terdapat 3 hal yang harus dicegah, antara lain adalah :
  1. Dirty Read - Transaksi membaca data dari hasil transaksi lainnya yang gagal. Kedua transaksi tersebut berjalan bersamaan.
  2. Nonrepeatable Read - Transaksi membaca ulang data yang telah di baca sebelumnya karena data tersebut telah dimodifikasi oleh transaksi lainnya.
  3. Phantom Read - Transaksi membaca sebuah data yang telah hilang akibat dari transaksi yang lainnya.
      Untuk mencegah terjadinya 3 hal yang diatas, maka pada Oracle terdapat 2 level isolasi yang dapat diimplementasika, antara lain :
  1. Read Commit - Transaksi hanya dapat melihat perubahan data setelah transaksi lain telah commit  pada data tersebut.
  2. Serializable - level isolasi yang menyediakan isolasi transaksi yang paling ketat. Level ini mengemulasikan  eksekusi transaksi secara serial, menjadikan transaksi dieksekusi satu setelah yang lainnya,seperti secara  serial, bukan secara bersamaan (pararel) level ini, query SELECT hanya melihat data yang telah di COMMIT sebelum transaksi dimulai. Pada level ini juga jika transaksi mengandun DML (Data Manipulation Language) yang mencoba merubah data yang mungkin sudah dirubah pada transaksi lain yang belum di-commit maka perintah DML tersebut akan gagal. Berikut Contoh format penerapan perintah serializable:
SET TRANSACTION ISOLTION LEVEL SERIALIZABLE;

Pada transaksi database, dikenal istilah locking yang berfungsi untuk menjaga integritas data. Terdapat dua buah metode locking yaitu :
-      Shared Lock (S-Lock)
Transaksi hanya bisa melakukan pembacaan. (dapat dimiliki oleh beberapa transaksi dalam satu waktu.
-      Exclusive Lock (X-Lock)
Transaksi bisa melakukan perubahan dan pembacaan terhadap data. (hanya dapat dimiliki oleh satu transaksi pada satu waktu.

Penguncian Level Tabel
Berfungsi untuk mengunci suatu tabel untuk mencegah perubahan atau penghapusan tabel oleh transaksi. Format penulisan perintah penguncian tabel adalah:
LOCK TABLE [nama_tabel];

Penguncian Level Baris
Penguncian pada baris yang sedang digunakan oleh suatu transaksi sampai transaksi tersebut selelsai dieksekusi(commit).Penguncian ini hanya berlaku untuk operasi UPDATE dan DELETE.

Deadlock
Keadaan dimana dua atau lebih transaksi dalam kondisi wait-state, satu sama lain menunggu lock dilepas sebelum di mulai.

Minggu, 23 Maret 2014

Rangkaian Elektronika Elsa

Salam Rangkaian Elektonika! :D

    Hello blogger...Perkenalkan nama saya Elsa Audri Meihilda, saya mahasiswi dari salah satu Universitas ternama di Bandung yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan Ilmu Komputer tahun 2013. Disini saya akan berbagi sedikit tentang Praktikum Rangkaian Elektronika pada mata kuliah saya hari Rabu lalu tanggal 19 Maret 2014 saya melakukan praktikum yaitu belajar menyolder dengan segala komponen komponen yang sudah disiapkan.


Solder

Solder merupakan alat bantu dalam merakit atau membongkar rangkaian elektronika pada rangkaian yang terdapat pada papan pcb. solder merupakan alat elektronika yang mengubah energi listrik menjadi energi panas. Solder banyak jenis dan beragam bentuknya, pada umumnya berbentuk seperti pistol, dan lurus dengan mata solder di ujung yang berbentuk lancip, dan dilengkapi tombol pengatur suhu ukuran tinggi rendahnya panas yang dihasilkan untuk membuat kawat timah mencair agar dapat melepaskan atau menyatukan kaki-kaki komponen pada papan Pcb. Suhu panasnya yang terlalu berlebihan dapat merusak komponen atau menyebabkan komponen lain ikut terlepas. Solder pula digunakan untuk upaya alternatif jumper dengan menghubungkan kabel kecil pada hubungan yang putus pada papan Pcb agar yang retak atau terputus agar dapat tersambung kembali.


Cara menyolder dan Membuat Rangkaian

Komponen–komponen yang dibutuhkan saat menyolder saat praktikum rangkaian elektronika yaitu;

  1. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika dua kutub untuk mengatur tegangan listrik dengan cara melihat warna yang ada pada resistor dan menggunakan rumus hukum ohm 
V = I R  atau I = V/R 


2. LED
LED adalah (Light Emitting Diode) suatu lampu indikator perangkat elektronika yang menghasilkan cahaya ketika arus listrik melewati celah antara katoda dan anoda didalam sistem perangkat tersebut.

3. PCB
Printed Circuit Board (PCB) yaitu papan yang mendukung semua komponen elektronika yang berada diatasnya. PCB terbuat dari tembaga dan berfungsi menghubungkan satu komponen dengan yang lainnya.

4Dudukan Solder

Dudukan solder berfungsi untuk tempat menyimpan atau menyangga solder yang sedang digunakan dalam proses penyolderan.




5. Penghisap Timah Solder
Penghisap timah berfungsi menyedot timah. Timah terlebih dahulu dilelehkan dengan solder panas, tekan tombol yang menjorok kedalam sampai posisi berubah menjorok kedalam, menghisap tekan tombol yang ada ditengah bagian samping. Timah disedot oleh penyedot di PCB.
6.  Tinol
Tinol adalah campuran antara timah dan timbal. Perbandingan 3:2, 3 bagian untuk timah & 2 bagian untuk timbal. Proses menyolder ini, yaitu memanaskan tenol pada permukaan disebut tinning, dari tin yang artinya “timah”. Timbal termasuk logam berat yang berbahaya, segera cuci tangan jika selesai menggunakan solder

7. Pasta Solder
Pasta solder ini memiliki kegunaan yaitu memudahkan timah menempel pada pcb saat di solder


8. Battery 9 Volt
Battery digunakan untuk menghidupkan rangkaian seri dan paralel dengan cara memasukkan kaki komponen yang masuk pada lubang PCB.







      Cara menyolder saat praktikum, pertama colokan kabel solder dan diamkan 5-10 menit kemudian keluarkan PCB dan tinol/timah solder. Solder sudah panas lihat pada bagian atas PCB dengan cara membedakan adanya angka dan huruf dibagian pinggirnya, pegang solder ditangan kanan dan tinol ditangan kiri arahkan pada lubang-lubang PCB. Lakukan hingga 1 baris supaya lancar dan hasil lebih baik.

Membuat rangkaian seri dan rangkaian paralel pada PCB, siapkan komponen-komponen yang akan digunakan seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya.
Rangkaian seri, sediakan led, resistor yang sudah dihitung, battery. Kemudian masukkan kaki led pada lubang PCB, resistor juga dimasukkan pada baris yang sejajar dengan led kemudian bagian kaki resistor dan kaki led dililitkan yang dibagian tengah menyatu biarkan kaki resistor dan kaki led yang lebih panjang dibagian pinggir, lihat pada kaki led dengan kaki resistor yang lebih panjang dimasukkan pada battery yang bermuatan positif dan yang bagian kecil dibagian negatif. Lihatlah led yang menyala, kemudian solderlah pada PCB yang sudah dirangkai seri tersebut.
Rangkaian paralel, sediakan pula 2 led, resistor 2 yang sudah dihitung, pada rangkaian paralel memasangnya secara tidak sejajar atau bercabang. Seperti resistor 1 diatas dan resistor 2 berada dibawahnya bagian lampu berada dibagian tengah tengah resistor seperti pada gambar.

Pada gambar diatas terlihat sebelah kiri rangkaian seri dan sebelah kanan rangkaian paralel

     Kemudian lilitkan kaki kaki komponen tersebut yang berada dibagian tengah, bagian pinggir kaki lampu dan kaki resistor dimasukkan ke battery kemudian lihatlah cahaya yang terpancar, jika tidak mengeluarkan cahaya ada kemungkinan posisi kaki dengan muatan pada battery terbalik atau mungkin LED yang meletup dikarenakan resistor yang kurang hambatannya. Kemudian solder bagian PCB yang sudah dirangkai paralel.